Selasa, 02 Juli 2013

Waspada Jangan Meminum Langsung Madu Hutan Ini

Penggemar madu tak boleh mengabaikan peluang guna mencoba madu hutan ketika berkunjung ke Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. 

Berbeda dengan madu yang mungkin biasa Anda minum, jangan pernah mencoba untuk langsung menenggak madu hutan ini. 

Karena seperti diungkapkan sejumlah pedagang madu hutan di kawasan Buton, madu ini sangat keras, apabila langsung diminum dapat menyebabkan kerusakan pada usus. Para pedagang menganjurkan jika ingin mengkonsumsi madu ini sebaiknya dicampur terlebih dahulu dengan air. 

Madu hutan tersebut konon berasal dari sarang lebah yang menetap pada kayu besi. Warna cokelatnya yang begitu pekat serta cenderung keemasan. Aroma manisnya yang tajam apabila tutup wadah botolnya terbuka.

Ada pula madu dari kayu bola atau kayu biti. Uniknya, coraknya lebih tua seperti oli. Lalu apa khasiatnya? Penduduk setempat menjelaskan tentang khasiat Madu hutan ini sangat baik dikonsumsi guna menjaga stamina, obat flu, serta dapat menyehatkan pencernaan. 

Apabila dalam perjalanan jauh, campurkan madu hutan ini dengan air di botol mineral. Kemudian minum secara teratur guna menjaga stamina Anda. Sejumlah orang yang rajin meminumnya mengaku sudah tak pernah lagi terkena flu sejak rajin meminum serta merasakan khasiat Madu hutan. Selain itu, apabila merasa tak enak badan atau merasa letih, cukup meminum madu hutan dan stamina pun kembali terjaga.

Untuk menyadari tentang keaslian madu ini , cukup masukan madu ke dalam kulkas. Apabila mengendap atau membeku, itu berarti bukan madu asli, melainkan sudah tercampur dengan air.


Harga madu hutan yang asli terbilang mahal. Botol kecil berukuran 350 ml, dibanderol dengan harga Rp 50.000. Sementara ukuran sedang yakni 650 ml, harganya berkisar Rp 80.000. Para Pedagang madu hutan di Buton umumnya memasarkan barang dagangannya di tepi jalan, di teras rumah mereka.

Salah satu lokasi mudah untuk membeli madu hutan khas Buton ialah di Desa Watabo, Kecamatan Kampung Tori. Tempat untuk memasarkan madu ini hanyalah berupa bangunan gubuk kecil yang terbuat dari bambu dengan kondisi yang sangat sederhana. Namun siapa sangka di balik kesederhanaan tempat berjualan, produk yang pasarkan mempunyai khasiat Madu hutan yang istimewa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar